Di pertengahan November tahun lalu (2011), negara kita dikejutkan oleh berita yang tidak menyenangkan. Penyiksaan sadis dan pembunuhan Orang utan. Dan sekali lagi, saya hanya bisa mendengar dan melihat hal tersebut dari kejauhan (media). Saya merasa janggal dan tidak bisa berbuat banyak atas hal tersebut. Dan memang karena tidak tahu harus melakukan apa. Saya merasa ada pihak yang lebih bertanggung jawab atas terjadinya hal ini dan mengusut nya sampai tuntas. Saya sering dilanda dilema, banyak hal terjadi disekitar saya, tanpa ada upaya apa-apa dari saya
Namun saya menolak bila dibilang apatis, karena pada kenyataannya pun banyak manusia yang merasa seperti saya. Dalam kondisi ingin menolong namun tidak tahu harus memulai dari mana dan harus berbuat apa. Seperti beberapa tahun lalu, saat saya masih aktif menjadi mahasiswa di Perguruan tinggi swasta, saya melihat adanya ketidakadilan dari korban lumpur lapindo. Saya hanya bisa meratapi dari jauh, teman-teman saya pun tidak bisa berbuat banyak. Hal ini hanya dibicarakan melalui materi-materi perkuliahan, tanpa adanya solusi nyata yang menghubungkan kita langsung dengan korban atau kejadian tersebut. Semua berlangsung sama dan lama, Ketika ada ketidakadilan terhadap para pengamen cilik (siswa SD) yang di penjarakan karena bermain judi-judian menggunakan uang ratusan perak .
Selain itu, di wilayah lain, ada seorang nenek renta, yang dpenjara karena mencuri kakao.
Lalu apa yang bisa saya perbuat? apa yang bisa teman-teman saya perbuat??
apakah hal ini akan terus-terusan hanya jadi bahan pembahasan pada materi perkuliahan? tanpa kita dididik untuk melakukan suatu revolusi penegakan keadilan hukum dan HAM atas kasus-kasus tersebut. Saya tidak mengerti, yang jelas saya salut terhadap mahasiswa pejuang HAM yang berdemo di jalan. Mengkoordinasikan lapangan, serta Menyiapkan kobaran semangat di JIWA bahkan raga (semangat juang teman kita : RIP SONDANG).
Lalu apa yang bisa saya perbuat? apa yang bisa teman-teman saya perbuat??
apakah hal ini akan terus-terusan hanya jadi bahan pembahasan pada materi perkuliahan? tanpa kita dididik untuk melakukan suatu revolusi penegakan keadilan hukum dan HAM atas kasus-kasus tersebut. Saya tidak mengerti, yang jelas saya salut terhadap mahasiswa pejuang HAM yang berdemo di jalan. Mengkoordinasikan lapangan, serta Menyiapkan kobaran semangat di JIWA bahkan raga (semangat juang teman kita : RIP SONDANG).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar