BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 08 Januari 2012

INDONESIAN and "ORIGINALITY"


Cantik, entah kapan terakhir saya meng-googling untuk mendapatkan makna secara harfiah dari kata "cantik" ini. Setiap orang bebas menafsirkan suatu hal, termasuk kata :cantik. Cantik itu abstrak, cantik itu relatif. Sama seperti seni, yang bisa dipandang dari berbagai sisi. Cantik tidak bersifat mutlak. Namun hal ini berbeda dengan kenyataan di peradaban ini.  Saya tidak ingin menulis hal yang berkaitan dengan SARA, karena saya sangat menjunjung tinggi nilai dan arti dari PERBEDAAN. 

Tidak mengherankan mengenai fenomena yang ada saat ini, ketika kita melihat generasi remaja (puber) terlihat sama. Sama, dalam artian cara dandan (bersolek), cara berpakaian, sama-sama bersikap lebih dewasa dibanding umurnya. Ya, semua terlihat sama secara keseluruhan . Kita lihat di mal-mal besar ibukota, pemandangan terlihat sama, remaja dan yang tua berpakaian sama. Semua hal yang sedang trend saat ini benar-benar diikuti secara serempak (contoh, gigi berbehel, gaya rambut belah tengah, suntik putih  Kehidupan instan dan dinamis, sambil membawa tas belanja bermerk dari luar)

 Ada apa dengan remaja saat ini?Tentunya mereka berhak untuk berkreasi terhadap gaya busana dan tata cara mereka berpenampilan. Namun apakah tidak terasa aneh ,saat mereka semua terasa sangat sama, bahkan terlihat homogen (tidak ada bedanya sama sekali). Pernyataan saya mungkin agak meyentil, namun hal ini benar-benar yang saya rasakan saat ini. Fashion begitu kuat, berarak dan melekat, sehingga bisa diibaratkan seperti perfum (eu de perfume) yang disemprotkan, sehingga bisa dengan mudah dhirup oleh siapa saja dan bertahan di penggunanya. 

Teknologi sangat canggih, sehingga kita dengan mudahnya mendapat informasi dari belahan dunia manapun. Termasuk mengenai fashion. Hal yang sangat saya sesalkan dari kemajuan teknologi yaitu timbulnya suatu paham dari segelintir orang tertentu yang memaknai kata "cantik". Mereka lalu memberikan ide advertorial yang tidak disadari menggeser pemaknaan kata cantik menjadi klasifikasi yang sempit makna

Ya, banyak kita lihat di iklan, cantik itu putih, cantik itu bertubuh langsing, cantik itu tidak berjerawat. Dan kasarnya lagi, mereka tidak segan-segan menggunakan model pembanding seperti, orang yang betubuh tambun, atau orang yang berkulit hitam , untuk memberikan point bahwa "yang putih itu loh yang cantik",  "yang kurus itu loh yang cantik". Hal seperti ini banyak dijumpai pada kehidupan nyata kita. Saya ingin sekali tahu, siapa orang atau market dibalik itu semua. Kita , anak bangsa, tentu tahu perbedaan adalah hal yang indah, kita Indonesia, terdiri dari ribuan pulau, kita anak-anak Indonesia yang dari dulu berperawakan beda, berwarna kulit beda. Bukankah seharusnya itu yang bisa kita gunakan untuk menyatukan kita. Bukannya  market tertentu yang kita banggakan, market tertentu yang mengartikan kata cantik dari sosok "barbie"buatan negara luar. Sungguh kita telah dihipnotis oleh peradaban luar. Saya tidak membicarakan mengenai "world need originality" karena jangkauannya terlalu luas.Dan saya sebagai salah satu anak bangsa yang tidak rela suatu market merubah paradigma kita, memutus tali kebersamaan hanya karena perbedaan fisik diantara kita. Itu hal yang menyakitkan, bukan?.

saya ingin sekali menepuk pundak teman-teman, agar kita semua bangun, dan lebih peka terhadap suatu market yang menggiring kita , CANTIK ITU ORIGINAL, ANUGERAH DAN MAHAKARYA. Kita bukanlah Barbie dan indonesian need ORIGINALITY. Be confident, Be original and BE YOU!!!

Saya hanya berharap suatu saat anak dan cucu saya bisa mendapat tempat yang menerima mereka seperti kedaan mereka sebenarnya. Manusia unik, anak-anak kecil yang lucu yang tidak ditempel baterai. Dan bersolek menjadi kegiatan lain dimana fokus utamanya: PENDIDIKAN .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar